Rabu, 23 Januari 2019

Bunda Perlu Tahu, Inilah Penyebab Difteri Pada Anak

Bunda Perlu Tahu, Inilah Penyebab Difteri Pada Anak

Penyebab difteri yang sering menyerang anak-anak adalah bakteri Corynebacterium. Bakteri ini menyebar melalui partikel udara, benda mati dan peralatan yang telah terkontaminasi. Bakteri ini sangat berbahaya sebab bisa menyebarkan racun ke seluruh bagian tubuh. Di musim penghujan seperti ini difteri kembali menjadi ancaman bagi anak-anak maupun orang dewasa.

Sejak tahun 2011 hingga 2016 lalu, difteri menjadi kejadian luar biasa yang menempatkan Indonesia pada urutan kedua setelah India dengan jumlah kasus terbanyak. Total ada 3.353 kasus difteri yang telah dilaporkan dengan jumlah 110 pasien meninggal dunia.

Penyebab dan faktor pemicu penularan penyakit difteri
Seperti yang disebutkan sebelumnya bahwa penyebab difteri adalah bakteri Corynebacterium yang telah menginfeksi seseorang. Biasanya anak-anak rentan terkena penularan difteri dikarenakan tidak memiliki riwayat vaksinasi difteri. Jika menghirup partikel udara orang yang telah terinfeksi difteri, maka anak atau orang dewasa bisa terkena penyakit yang cepat menular ini.

Penyebab utama yang membuat penularan difteri semakin signifikan adalah melakukan kontak dengan benda-benda yang telah terkontaminasi bakteri. Benda ini bisa berupa peralatan rumah tangga seperti memegang tisu bekas orang terinfeksi, bertukar tempat makan atau minum yang belum dicuci, menggunakan perlengkapan harian yang sama dan menyentuh luka terinfeksi bakteri difteri.

Di negara berkembang seperti Indonesia yang angka vaksinasi difteri masih rendah, rawan sekali terjadi penularan penyakit berbahaya ini. Ada banyak faktor pemicu yang memudahkan penularan penyakit difteri antara lain lokasi tinggal, tidak mendapatkan vaksinasi terbaru, memiliki gangguan sistem imun pada anak-anak, orang tua hingga penderita masalah kekebalan tubuh seperti HIV AIDS serta tinggal di lingkungan yang tidak begitu peduli kebersihan.

Bagaimana kerja bakteri difteri merusak bagian tubuh seseorang?

Bakteri difteri bisa menghasilkan racun berbahaya yang akan membunuh sel-sel baik dalam tenggorokan sehingga sel bisa mati. Sel yang telah terinfeksi dan mati akan menimbulkan lapisan tipis abu-abu di sekitar tenggorokan. Pada orang yang telah terinfeksi secara parah, racun ini berpotensi merusak bagian tubuh yang lain seperti ginjal, jantung dan sistem syaraf.

Gejala difteri yang wajib diwaspadai antara lain demam, menggigil, terbentuknya lapisan abu-abu pada tenggorokan dan amandel, sakit tenggorokan, suara serak, sulit bernapas, pembengkakan kalenjar limfa, lemas, lelah, pilek yang cair berangsur kental dan bercampur darah serta mengalami luka pada kulit seperti borok.

Jika Anda mengalami gejala penyakit seperti yang disebutkan, sebaiknya langsung memeriksakan diri ke dokter. Pasalnya, difteri yang tidak segera tertangani bisa mengakibatkan risiko kematian.

Pengobatan penyakit difteri

Jika tidak segera tertangani, seorang penderita difteri rentan mengalami masalah komplikasi penyakit. Pada tahap lebih serius yang bisa menyerang anak-anak dibawah usia lima tahun dan orang dewasa di atas usia 40 tahun, komplikasi penyakit difteri berpotensi mengancam jiwa. Penderita komplikasi difteri bisa mengalami masalah pernapasan, kerusakan jantung, kerusakan saraf dan difteri hipertosik yang memicu pendarahan serta gagal ginjal.

Langkah penanganan yang wajib dilakukan segera adalah menghubungi dokter untuk melakukan diagnosis. Dokter biasanya akan mengambil sampel dari lendir tenggorokan, hidung dan luka borok atau ulkus.

Jika Anda terserang difteri secara positif dari hasil pemeriksaan laboratorium, langkah perawatan dalam ruang isolasi rumah sakit menjadi solusi terbaik. Langkah pengobatan yang dilakukan adalah pemberian antibiotik dan antitoksin. Bahkan, orang yang telah keluar dari rumah sakit tetap wajib mengkonsumsi antibiotik hingga dua minggu.

Alangkah baiknya Anda mulai memperhatikan kesehatan seluruh keluarga untuk mengantisipasi penyebaran penyakit difteri. Penyebab difteri bisa diatasi dengan melakukan pencegahan berupa vaksinasi. Perlindungan diri dengan vaksinasi akan mencegah si kecil terinfeksi penyakit berbahaya seumur hidup. 

0 komentar:

Posting Komentar

 
Design by Free WordPress Themes | Bloggerized by Lasantha - Premium Blogger Themes | Grants For Single Moms