Minggu, 27 Januari 2019

Trik Jitu Kedua Paslon Mengambil Hati Millenial

Trik Jitu Kedua Paslon Mengambil Hati Millenial

Jadwal pilpres 2019 yang semakin dekat membuat peta persaingan kedua paslon semakin jelas. Kedua paslon sadar akan pentingnya pemilih muda dalam membantu memenangkan mereka di pilpres 2019. Seperti yang kita tahu, jumlah DPT dari generasi millenial mencakup 40% dari keseluruhan daftar pemilih tetap. Itu artinya, barang siapa yang bisa mengambil hati Millenial, dipastikan dia memenangkan pertarungan pilpres 2019 ini.

Beberapa millenial bahkan diidentifikasi sebagai pemilih baru, sehingga peluang para capres untuk mengambil suara mereka semakin besar. Namun tentu, menghadapi para millenial ini mempunyai tantangan tersendiri. Karakter millenial yang kritis dalam meriset mengharuskan para capres membuat strategi jitu yang lebih genuine dan jujur, karena millenial hidup di era banjir informasi sehingga mereka lebih berfikir kritis dan realistis.

Belum belum lagi, karakter yang paling menonjol dari millenial ini adalah mudah bosan. Sehingga ketika saat ini mendukung paslon A, bisa saja bulan depan mendukung paslon B. lalu, bagaimana strategi kedua paslon ini?

Geliat Sandiaga Uno Mendulang Generasi Millenial Melalui Program Kewirausahaan

Untuk pasangan calon Presiden dan wakil Presiden nomor urut 2, Prabowo Sandi kelihatanya cukup percaya diri untuk meraih suara generasi millenial ini. Badan pemenangan nasional Prabowo Sandi yakin dengan sosok Sandiga Uno yang modern, fresh dan umurnya tidak jauh beda dengan millenial, mampu untuk menarik generasi ini. Namun Sandiaga pun mengakui ada tantangan tersendiri dalam merebut hati millennial.

Hal ini karena millenial memiliki karakter yang tidak konsisten dan mudah bosan, jadi ketika bulan ini Mereka memilih paslon A, bisa saja ketika jadwal pilpres 2019 tiba, Mereka berubah pilihan. Solusi yang ditawarkan Sandi untuk menghadapi ini adalah dengan memprioritaskan program kewirausahaan, karena ini yang paling relevan dengan kebutuhan generasi sekarang. Seperti yang kita tahu, banyak millenial yang insecure dengan masa depan karir mereka.

Sandiaga sendiri dinilai sangat cocok untuk mewakili mewakili generasi ini. Hal ini karena Sandiaga adalah cerminan dari generasi muda yang aktif dan optimis. Badan Pemenangan Nasional Prabowo Sandi juga sudah membuat Sandiaga ini sebagai trade mark penggalang suara millenial. Untuk penyebaran informasinya sendiri, tim BPN akan menggunakan media online dan konvensional.

Usaha Jokowi Makruf Mempertahankan Suara Pemilih Muda Mereka

Meskipun paslon nomor 2 yakin bahwa sosok Sandiaga mampu menjadi daya tarik bagi pemilih muda, namun survei menunjukan bahwa Jokowi masih merupakan figure yang disukai millenial. Jadi meskipun sosok Jokowi dan Ma’ruf ini dibilang tidak muda, namun cara Mereka berkomunikasi dan prestasi prestasi Jokowi selama menjabat, sangat bisa diterima oleh generasi millenial.

Selama menjabat, Jokowi sering sekali turun ke masyarakat untuk berkomunikasi langsung, dan ini merupakan sosok idaman generasi muda, dimana Mereka merindukan pemimpin yang tanpa jarak. Millenial sangat tidak cocok dengan pemimpin yang menggebu gebu, otoriter atau keras. Oleh karena itu, Jokowi sendiri membentuk personal branding-nya sebagai pemimpin yang santai dan dekat dengan siapa saja.

Hal ini terbukti dengan outfit santainya ketika bekerja memantau proyek, dan kesediaanya ikut serta dalam beberapa vlog Youtuber atau influencer ternama di tanah air seperti Ria ricis, Boy William, hingga Raffi Ahmad.

Melihat jadwal pilpres 2019 yang semakin dekat, menarik melihat bagaimana peran millenial pada perhelatan pemiliu tahun ini, karena millenial juga banyak yang menjadi tim sukses kedua calon, sehingga Mereka tak hanya sebagai pemilih, tapi juga Influencer bagi generasinya.

0 komentar:

Posting Komentar

 
Design by Free WordPress Themes | Bloggerized by Lasantha - Premium Blogger Themes | Grants For Single Moms